Lapangan.co.id – Ketegangan antara Iran dan Israel semakin meningkat. Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyatakan akan terus memburu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, jika ia masih hidup di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Pernyataan keras tersebut muncul ketika perang yang melibatkan Israel, Iran, serta Amerika Serikat masih berlangsung dan memasuki pekan ketiga.
Garda Revolusi Iran Keluarkan Ancaman Terbuka
Melalui situs resminya, Sepah News, IRGC menyampaikan bahwa Netanyahu akan tetap menjadi target utama Iran.
Iran Bersumpah Akan Terus Memburu Netanyahu
Dalam pernyataan tersebut, Garda Revolusi menyebut akan terus mengejar Netanyahu dengan kekuatan penuh jika ia masih berada dalam kondisi hidup.
Ancaman ini memperlihatkan meningkatnya ketegangan antara kedua negara setelah berbagai serangan militer terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Spekulasi Muncul Soal Keberadaan Netanyahu
Di tengah situasi perang, muncul berbagai spekulasi di media sosial mengenai kondisi dan keberadaan Netanyahu.
Video Netanyahu Picu Dugaan Rekayasa AI
Sebuah video yang beredar pada 13 Maret memicu perdebatan publik setelah beberapa pengguna media sosial menilai terdapat kejanggalan pada tampilan tangan Netanyahu yang terlihat memiliki enam jari.
Kejadian tersebut memunculkan dugaan bahwa rekaman tersebut mungkin telah dimodifikasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Konflik Memanas Sejak Serangan 28 Februari
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan militer besar terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Pemimpin Tertinggi Iran Tewas dalam Serangan
Dalam serangan tersebut, pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, dilaporkan tewas.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke wilayah Israel, pangkalan militer Amerika di negara-negara Teluk, serta mengambil langkah drastis dengan menutup jalur strategis Selat Hormuz.
Netanyahu Kembali Muncul Setelah Sempat Menghilang
Di tengah serangan balasan Iran, Netanyahu sempat tidak terlihat di publik sehingga memunculkan spekulasi mengenai keberadaannya.
Netanyahu Tampil Melalui Video
Pada 13 Maret 2026, Netanyahu akhirnya kembali muncul melalui sambungan video sambil berdiri di antara dua bendera Israel.
Dalam pernyataannya, ia mengatakan bahwa Iran kini telah mengalami kerusakan besar akibat serangan yang terjadi selama hampir dua minggu terakhir.
Israel Janji Terus Serang Hizbullah
Selain Iran, Netanyahu juga menegaskan bahwa Israel akan terus menargetkan kelompok Hizbullah di Lebanon.
Serangan tersebut disebut sebagai balasan atas serangan Hizbullah terhadap Israel pada awal Maret. Meski demikian, Netanyahu tidak menjelaskan secara rinci langkah militer apa yang akan diambil selanjutnya terhadap Iran maupun Hizbullah.










