{"id":255,"date":"2026-01-22T23:44:05","date_gmt":"2026-01-22T23:44:05","guid":{"rendered":"https:\/\/lapangan.co.id\/?p=255"},"modified":"2026-01-22T23:44:05","modified_gmt":"2026-01-22T23:44:05","slug":"prabowo-perkenalkan-greedonomics-di-davos-kritik-keras-ekonomi-serakah-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lapangan.co.id\/index.php\/2026\/01\/22\/prabowo-perkenalkan-greedonomics-di-davos-kritik-keras-ekonomi-serakah-global\/","title":{"rendered":"Prabowo Perkenalkan \u201cGreedonomics\u201d di Davos, Kritik Keras Ekonomi Serakah Global"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"275\" data-end=\"657\"><strong><a href=\"https:\/\/lapangan.co.id\/\">Lapangan.co.id<\/a><\/strong> &#8211; Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mencuri perhatian para pemimpin dunia saat tampil di <strong data-start=\"373\" data-end=\"424\">World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss<\/strong>, Kamis (22\/1\/2026). Dalam pidatonya, Prabowo memperkenalkan istilah baru yang langsung menyita perhatian: <strong data-start=\"531\" data-end=\"547\">Greedonomics<\/strong>, sebuah konsep yang ia gunakan untuk menggambarkan sistem ekonomi yang dikuasai keserakahan segelintir elite.<\/p>\n<p data-start=\"659\" data-end=\"1003\">Di hadapan forum ekonomi dunia, Prabowo menjelaskan bahwa Greedonomics bukanlah pasar bebas yang sehat, melainkan praktik ekonomi yang tumbuh dari kerakusan, pelanggaran hukum, dan penyalahgunaan kekuasaan. Di dalam negeri, istilah ini pernah ia sebut sebagai <strong data-start=\"919\" data-end=\"935\">Serakahnomic<\/strong>, sindiran terhadap pelaku usaha ilegal yang selama ini kebal hukum.<\/p>\n<blockquote data-start=\"1005\" data-end=\"1107\">\n<p data-start=\"1007\" data-end=\"1107\">\u201cIni bukan pasar bebas. Ini ekonomi keserakahan, ekonomi dari praktik-praktik rakus,\u201d tegas Prabowo.<\/p>\n<\/blockquote>\n<h2 data-start=\"1114\" data-end=\"1169\"><strong data-start=\"1117\" data-end=\"1169\">Penegakan Hukum Jadi Kunci Iklim Investasi Sehat<\/strong><\/h2>\n<h3 data-start=\"1171\" data-end=\"1218\"><strong data-start=\"1175\" data-end=\"1218\">Tak Ada Investasi Tanpa Kepastian Hukum<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1220\" data-end=\"1459\">Prabowo menegaskan bahwa <strong data-start=\"1245\" data-end=\"1323\">investasi tidak akan pernah tumbuh di negara yang lemah penegakan hukumnya<\/strong>. Ia menyampaikan bahwa pemerintahannya berkomitmen menempatkan supremasi hukum di atas kepentingan siapa pun, termasuk korporasi besar.<\/p>\n<p data-start=\"1461\" data-end=\"1710\">Ia juga menyinggung istilah <em data-start=\"1489\" data-end=\"1504\">robber barons<\/em> yang populer pada abad ke-19, yang menggambarkan pengusaha rakus yang membangun kekayaan dengan cara tidak etis. Menurutnya, praktik semacam ini masih terjadi di era modern, hanya berganti wajah dan skema.<\/p>\n<h2 data-start=\"1717\" data-end=\"1779\"><strong data-start=\"1720\" data-end=\"1779\">Pengusaha Nakal Akan \u201cTerkejut\u201d dengan Sikap Pemerintah<\/strong><\/h2>\n<h3 data-start=\"1781\" data-end=\"1842\"><strong data-start=\"1785\" data-end=\"1842\">Ribuan Tambang dan Jutaan Hektare Lahan Ilegal Disita<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1844\" data-end=\"1986\">Dalam pidatonya, Prabowo mengungkap sejumlah langkah tegas yang telah diambil pemerintah sejak awal masa kepemimpinannya. Pemerintah berhasil:<\/p>\n<ul data-start=\"1988\" data-end=\"2179\">\n<li data-start=\"1988\" data-end=\"2042\">\n<p data-start=\"1990\" data-end=\"2042\">Menyita <strong data-start=\"1998\" data-end=\"2040\">4 juta hektare perkebunan sawit ilegal<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2043\" data-end=\"2086\">\n<p data-start=\"2045\" data-end=\"2086\">Menutup <strong data-start=\"2053\" data-end=\"2084\">1.000 lokasi tambang ilegal<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<li data-start=\"2087\" data-end=\"2179\">\n<p data-start=\"2089\" data-end=\"2179\">Mencabut izin <strong data-start=\"2103\" data-end=\"2120\">28 perusahaan<\/strong> yang menguasai <strong data-start=\"2136\" data-end=\"2179\">1,01 juta hektare kawasan hutan lindung<\/strong><\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p data-start=\"2181\" data-end=\"2316\">Prabowo juga menyampaikan bahwa ada pengusaha yang merasa bisa \u201cmembeli\u201d pejabat negara. Ia menantang anggapan tersebut secara terbuka.<\/p>\n<blockquote data-start=\"2318\" data-end=\"2466\">\n<p data-start=\"2320\" data-end=\"2466\">\u201cSaya menantang mereka untuk mencoba membeli pejabat dari pemerintahan saya. Mereka akan terkejut,\u201d ujar Prabowo disambut perhatian peserta forum.<\/p>\n<\/blockquote>\n<h2 data-start=\"2473\" data-end=\"2510\"><strong data-start=\"2476\" data-end=\"2510\">Perang Terbuka Melawan Korupsi<\/strong><\/h2>\n<p data-start=\"2512\" data-end=\"2807\">Prabowo mengakui bahwa <strong data-start=\"2535\" data-end=\"2591\">korupsi adalah penyakit lama yang diderita Indonesia<\/strong>, namun ia menegaskan bahwa pemerintah tidak punya pilihan selain melawannya secara terbuka dan konsisten. Ia menyebut sumpah jabatan sebagai tanggung jawab moral untuk menegakkan konstitusi dan hukum tanpa kompromi.<\/p>\n<p data-start=\"2809\" data-end=\"3051\">Pidato Prabowo di WEF Davos 2026 menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia ingin dikenal bukan hanya sebagai negara berkembang, tetapi sebagai negara yang berani melawan ekonomi rakus dan membangun sistem yang adil, transparan, serta berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lapangan.co.id &#8211; Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mencuri&#8230;<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":258,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","fifu_image_url":"https:\/\/lapangan.co.id\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/075507400_1769092696-WhatsApp_Image_2026-01-22_at_21.15.44.jpeg","fifu_image_alt":"Sumber foto : Liputan6.com","footnotes":""},"categories":[3,29],"tags":[65,64,66,67,68],"newstopic":[],"class_list":["post-255","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-nasional","tag-greedonomics","tag-prabowo-subianto","tag-serakahnomic","tag-wef-davos-2026","tag-world-economic-forum"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lapangan.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lapangan.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lapangan.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lapangan.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lapangan.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=255"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lapangan.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/255\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":257,"href":"https:\/\/lapangan.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/255\/revisions\/257"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lapangan.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/258"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lapangan.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=255"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lapangan.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=255"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lapangan.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=255"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/lapangan.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}