BeritaKriminal

Napi di Turki Diduga Habisi Ibu, Istri, dan Anak Usai Bebas Sementara

144
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Lapangan.co.id – Sebuah peristiwa mengerikan terjadi di Ankara, Turki, ketika seorang narapidana yang baru memperoleh pembebasan sementara diduga membunuh tiga anggota keluarganya sendiri. Korban diketahui merupakan ibu, istri, dan anak perempuan pelaku. Kasus ini langsung memicu gelombang kecaman publik, terutama dari kelompok pemerhati hak perempuan.

Berdasarkan laporan AFP pada Selasa (10/2/2026), setelah melakukan aksi pembunuhan terhadap keluarganya, pria tersebut kemudian menembak dirinya sendiri hingga tewas.

Pelaku Dibebaskan dengan Izin Harian

Riwayat Penahanan Jadi Sorotan

Menurut media lokal Turki, DHA, pelaku sebelumnya menjalani hukuman penjara di wilayah barat laut Turki terkait kasus penipuan dan ancaman bersenjata. Ia diketahui mendapatkan izin keluar penjara sejak awal Februari dengan masa pembebasan sementara selama 11 hari.

Fakta ini menuai kritik keras dari berbagai organisasi perempuan. Komite Solidaritas Perempuan Turki menyampaikan kemarahan mereka melalui media sosial X, menilai negara lalai dalam mengawasi narapidana yang mendapat izin keluar.

“Tahun lalu, enam perempuan tewas dibunuh oleh napi yang kabur atau dibebaskan sementara. Tidak ada pertanggungjawaban, dan hari ini tragedi serupa kembali terjadi,” tulis mereka.

Gelombang Protes dan Data Femisida

Kelompok Perempuan Desak Evaluasi Kebijakan

Kelompok advokasi We Will Stop Femicide turut mengecam keras kejadian tersebut dan menyerukan aksi protes di ibu kota Ankara. Mereka menilai kebijakan pembebasan sementara narapidana berpotensi membahayakan keselamatan perempuan.

Data yang dirilis organisasi tersebut menunjukkan situasi yang mengkhawatirkan. Sepanjang 2025, tercatat 294 perempuan dibunuh oleh laki-laki, sementara 297 perempuan lainnya ditemukan meninggal dalam kondisi mencurigakan.

Dari angka tersebut, sekitar 35 persen korban tewas di tangan suami mereka sendiri, sedangkan 57 persen pembunuhan melibatkan penggunaan senjata api.

Desakan Perlindungan Perempuan Menguat

Kasus ini kembali menyoroti lemahnya perlindungan terhadap perempuan di Turki, khususnya dalam konteks kekerasan domestik. Kelompok masyarakat sipil mendesak pemerintah untuk mengevaluasi sistem pembebasan narapidana serta memperkuat kebijakan pencegahan femisida agar tragedi serupa tidak terus berulang.

Exit mobile version