BeritaInternasional

Iran Luncurkan Gelombang Serangan ke 27 Pangkalan AS, Ledakan Terdengar di Dubai dan Doha

146
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Lapangan.co.id – Situasi di Timur Tengah semakin memanas setelah Iran mengumumkan serangan besar-besaran yang menyasar puluhan pangkalan militer Amerika Serikat dan instalasi strategis Israel. Aksi ini disebut sebagai gelombang serangan keenam yang dilakukan sebagai respons atas operasi militer Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran.

Serangan tersebut diklaim dilakukan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Minggu (1/3/2026).

IRGC Klaim Targetkan 27 Pangkalan Militer AS

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut telah meluncurkan rudal balistik dan drone bersenjata ke sedikitnya 27 fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Arab. Selain itu, beberapa lokasi penting di Israel juga disebut menjadi sasaran.

Target yang diklaim diserang mencakup pangkalan udara Tel Nof, markas komando militer Israel di HaKirya, Tel Aviv, serta kompleks industri pertahanan di kota yang sama.

Ledakan Dilaporkan di Sejumlah Negara Teluk

Tak lama setelah pengumuman tersebut, laporan mengenai suara ledakan bermunculan dari berbagai wilayah. Dentuman keras terdengar di Dubai, Uni Emirat Arab, serta Doha, Qatar. Situasi serupa juga dilaporkan terjadi di Manama, Bahrain.

Sirene peringatan serangan udara aktif di beberapa negara Teluk, termasuk Kuwait, yang selama ini menjadi lokasi penempatan pasukan dan peralatan militer Amerika Serikat.

Situasi di Erbil dan Respons Koalisi AS

Ledakan juga terdengar di sekitar Bandara Erbil, Irak, yang menjadi basis pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat di wilayah Kurdistan. Asap hitam dilaporkan terlihat membumbung dari sekitar lokasi tersebut.

Sehari sebelumnya, pasukan koalisi dilaporkan berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone bermuatan bahan peledak yang melintas di atas wilayah Erbil.

Israel Aktifkan Sistem Pertahanan Udara

Militer Israel menyatakan sedang merespons serangan rudal yang diluncurkan dari Iran. Sirene peringatan berbunyi di wilayah Israel bagian tengah serta sebagian Tepi Barat.

Angkatan udara Israel disebut dikerahkan untuk mencegat proyektil yang masuk serta menyerang sumber ancaman bila diperlukan.

Ketegangan Regional Kian Meningkat

Eskalasi ini menambah daftar panjang ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Meluasnya dampak hingga negara-negara Teluk meningkatkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih besar.

Hingga kini, situasi di lapangan masih berkembang cepat, sementara komunitas internasional terus menyerukan penahanan diri guna mencegah perang terbuka di kawasan tersebut.

Exit mobile version