BeritaInternasional

Prediksi Prof Jiang Xueqin: Iran Berpotensi Mengungguli AS dalam Konflik Timur Tengah

130
Sumber foto : Detik.com
Sumber foto : Detik.com

Lapangan.co.id – Seorang akademisi dan penulis internasional, Jiang Xueqin, menyampaikan analisisnya mengenai konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Dalam sebuah video yang diunggah di platform YouTube, ia memprediksi bahwa Iran memiliki peluang untuk memenangkan perang tersebut.

Menurutnya, konflik yang sedang berlangsung dapat berkembang menjadi perang besar yang dampaknya akan mengubah tatanan dunia.

Konflik AS–Israel dan Iran Diprediksi Berlangsung Lama

Dunia Disebut Akan Mengalami Perubahan Besar

Dalam analisanya, Jiang Xueqin menyatakan bahwa perang antara Amerika Serikat dan Iran tidak akan selesai dalam waktu singkat. Ia memperkirakan konflik ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berpotensi bertahun-tahun.

Ia juga menyebut dampak dari konflik tersebut akan sangat besar bagi geopolitik global. Menurutnya, ketika perang ini berakhir, kondisi dunia kemungkinan besar tidak akan sama seperti sebelumnya.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam video yang dipublikasikan pada awal Maret 2026.

Strategi Militer AS Dinilai Tidak Cocok untuk Perang Modern

Doktrin “Shock and Awe” Dianggap Tidak Efektif

Jiang menilai strategi militer Amerika Serikat yang selama ini dikenal dengan konsep “shock and awe” atau serangan besar untuk melumpuhkan pimpinan lawan, tidak selalu efektif dalam konflik modern.

Strategi tersebut bertujuan menghancurkan struktur komando musuh dengan cepat, sehingga organisasi militer lawan akan melemah setelah pemimpinnya disingkirkan.

Namun menurutnya, pendekatan itu tidak selalu berhasil ketika menghadapi musuh yang memiliki motivasi ideologis atau religius yang kuat.

Iran Disebut Menganggap Konflik sebagai Perang Ideologi

Dalam pandangan Jiang, Iran melihat konflik ini bukan sekadar perang militer biasa, melainkan bagian dari perjuangan ideologi dan keyakinan.

Karena itu, menurutnya, perang dapat terus berlanjut meskipun pimpinan negara atau komandan militer mengalami kerugian besar.

Ia menilai kondisi tersebut membuat pendekatan militer konvensional yang digunakan Amerika Serikat menjadi kurang efektif.

Selat Hormuz Disebut Jadi Faktor Penentu Konflik

Penutupan Jalur Energi Global Berpotensi Mengguncang Ekonomi Dunia

Dalam analisanya, Jiang Xueqin juga menyoroti peran strategis Selat Hormuz dalam konflik tersebut.

Selat ini merupakan jalur penting perdagangan minyak dunia. Jika jalur tersebut ditutup, dampaknya bisa sangat besar bagi ekonomi global.

Menurut Jiang, Iran dapat menggunakan kontrol terhadap Selat Hormuz sebagai tekanan strategis terhadap negara-negara Barat.

Penutupan jalur tersebut berpotensi mengganggu distribusi energi internasional dan menimbulkan tekanan ekonomi besar bagi banyak negara, termasuk Amerika Serikat.

Exit mobile version