Lapangan.co.id – Seorang remaja asal Sukabumi bernama Sayid Hidayatullah (14) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan terseret arus di Pantai Karangnaya.
Korban sempat dinyatakan hilang sebelum akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Lokasi penemuan tidak jauh dari titik awal saat korban pertama kali terseret ombak.
Menurut laporan petugas di lapangan, jasad korban terlihat di sekitar area pecahan ombak sebelum akhirnya terdorong arus ke tepi pantai.
Proses Pencarian Libatkan Tim SAR dan Teknologi
Penyisiran Darat dan Laut
Operasi pencarian dilakukan secara intensif oleh tim gabungan dengan membagi personel ke dalam beberapa unit pencarian (SRU). Tim pertama melakukan penyisiran ke arah timur sejauh kurang lebih 2 kilometer, sementara tim lainnya bergerak ke arah barat.
Selain itu, area laut juga terus dipantau untuk mempercepat proses pencarian korban yang hilang.
Gunakan Drone dan Alat Deteksi Bawah Air
Dalam upaya menemukan korban, tim SAR turut memanfaatkan teknologi modern seperti alat pendeteksi bawah air Aqua Eye serta drone untuk pemantauan dari udara. Peralatan ini membantu memperluas jangkauan pencarian dan mempercepat identifikasi posisi korban.
Evakuasi dan Penanganan Jenazah
Setelah jasad korban berhasil dievakuasi dari laut, petugas segera membawanya ke RSUD Palabuhanratu menggunakan ambulans. Proses selanjutnya dilakukan sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Titik ditemukannya korban berada sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian, menandakan arus laut yang cukup kuat di kawasan tersebut.
Korban Lain Selamat, Imbauan untuk Wisatawan
Dalam insiden ini, satu remaja lainnya bernama Raka (15) berhasil diselamatkan oleh penjaga pantai sesaat setelah kejadian berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB.
Waspada Ombak Selatan
Pihak kepolisian mengimbau para pengunjung yang memadati kawasan pantai, terutama pada momen libur Lebaran, untuk lebih berhati-hati. Ombak di pesisir selatan dikenal memiliki karakter yang kuat dan sulit diprediksi.
Keselamatan menjadi prioritas utama, sehingga wisatawan diharapkan mematuhi aturan serta arahan petugas demi menghindari kejadian serupa di masa mendatang.










