Lapangan.co.id – Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkap cerita di balik keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM bersubsidi. Ia menyebut keputusan tersebut lahir dari pembahasan bersama Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Dalam pertemuan tersebut, Bahlil mengusulkan agar harga BBM subsidi tetap dipertahankan selama harga minyak mentah dunia (ICP) masih berada di kisaran 100 dolar AS per barel. Ia menyebut keputusan ini merupakan hasil kerja sama antara dirinya dan Airlangga.
Tekanan Ekonomi Jadi Alasan Utama
Bahlil menjelaskan bahwa kondisi ekonomi masyarakat saat ini menjadi pertimbangan penting. Menurutnya, situasi sekarang memiliki tekanan yang cukup berat, bahkan dinilai mendekati kondisi saat pandemi COVID-19.
Ia menilai, dalam kondisi ekonomi normal, kenaikan harga BBM mungkin masih bisa ditoleransi. Namun saat tekanan ekonomi tinggi, kebijakan tersebut berpotensi semakin membebani masyarakat.
Pemerintah Cari Sumber Pendanaan
Tak hanya menahan kenaikan harga, Kementerian ESDM juga berupaya mencari solusi pendanaan agar subsidi tetap berjalan tanpa menambah beban fiskal secara berlebihan.
Bahlil menegaskan, pendekatan kali ini berbeda karena pemerintah tidak hanya mempertahankan harga, tetapi juga aktif mencari sumber dana untuk menutup kebutuhan subsidi energi.
Tantangan Pasokan LPG Sempat Terjadi
Selain membahas BBM, Bahlil juga mengungkap sempat adanya kendala pada ketersediaan LPG nasional. Ia menyebut cadangan gas sempat berada di bawah batas aman, yakni kurang dari 10 hari.
Pasokan Berhasil Diamankan dari Luar Negeri
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melakukan langkah cepat dengan mengalihkan dan menambah pasokan dari beberapa negara, termasuk Jepang, Australia, dan Brunei Darussalam.
Upaya tersebut membuahkan hasil, di mana saat ini cadangan LPG nasional telah kembali berada di atas ambang batas aman. Kondisi ini membuat pasokan energi kembali stabil setelah sempat menimbulkan kekhawatiran.
Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Energi
Langkah pemerintah menahan kenaikan BBM subsidi dan memastikan ketersediaan LPG menunjukkan komitmen dalam menjaga stabilitas energi nasional. Kebijakan ini diharapkan mampu melindungi daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung.
