Lapangan.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras terhadap Iran dengan mengancam akan menghancurkan kapal-kapal militernya yang mendekati blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz.
Ancaman tersebut muncul di tengah tekanan internasional agar kedua negara tetap mematuhi gencatan senjata dan melanjutkan jalur diplomasi. Situasi ini kembali memanaskan kawasan yang sebelumnya sempat mereda setelah kesepakatan penghentian sementara konflik.
Blokade Laut dan Ancaman Militer
AS Umumkan Pembatasan Akses Pelabuhan Iran
Militer Amerika Serikat sebelumnya menyatakan bahwa blokade akan diberlakukan pada waktu tertentu dan menyasar kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran. Namun, setelah batas waktu yang ditentukan, belum ada konfirmasi resmi bahwa kebijakan tersebut sepenuhnya diterapkan.
Dalam pernyataannya di media sosial, Trump mengklaim kekuatan laut Iran telah melemah signifikan. Ia juga menegaskan bahwa kapal cepat milik Iran yang masih beroperasi akan menjadi target jika mendekati area blokade.
Gagalnya Negosiasi Picu Ketegangan
Keputusan ini diambil setelah delegasi AS yang dipimpin oleh JD Vance kembali dari perundingan dengan Iran tanpa hasil konkret. Pertemuan tersebut berlangsung di Pakistan dan bertujuan mencari solusi atas konflik yang pecah sejak akhir Februari.
Gencatan Senjata Masih Berlaku
Upaya Diplomasi Terus Berjalan
Meski situasi memanas, gencatan senjata selama dua pekan yang disepakati sebelumnya masih dinyatakan berlaku. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menegaskan bahwa proses negosiasi masih berlangsung untuk menyelesaikan isu yang belum terselesaikan.
Negara-negara mediator seperti Pakistan dan Qatar terus mendorong kedua pihak agar menahan diri dan mengutamakan dialog.
Seruan Jaga Kebebasan Navigasi
Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional, Arsenio Dominguez, menekankan bahwa jalur internasional seperti Selat Hormuz tidak boleh dibatasi secara sepihak.
Hal senada juga disampaikan oleh Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, yang meminta kedua pihak menjaga kebebasan pelayaran dan tidak menggunakan jalur laut sebagai alat tekanan politik.
Dampak ke Jalur Energi Global
Iran Batasi Kapal yang Melintas
Di sisi lain, Iran dilaporkan telah membatasi akses di Selat Hormuz untuk kapal-kapal yang dianggap tidak bersahabat. Hanya negara tertentu seperti China yang tetap diizinkan melintas.
Harga Minyak Kembali Naik
Ketegangan yang kembali meningkat berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak dunia yang sebelumnya sempat turun setelah gencatan senjata, kini kembali melonjak sekitar delapan persen.
Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi minyak melalui salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia tersebut.










