Lapangan.co.id – Sebuah gedung megah di Sungai Pandan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, mendadak viral di media sosial. Bangunan tersebut diketahui digunakan sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola oleh Yayasan Cahaya Bumi Borneo.
Penampilan gedung yang menyerupai istana dengan dominasi warna putih membuat banyak warganet terkesima dan ramai membicarakannya di dunia maya.
Awalnya Dibangun sebagai Rumah Pribadi
Dialihfungsikan karena Tidak Ditempati
Kapolsek Sungai Pandan, Rusdi, menjelaskan bahwa bangunan tersebut awalnya merupakan rumah milik M Arsyad Ariyadi yang diperuntukkan bagi anaknya.
Namun, karena sang anak belum menikah dan masih tinggal bersama orang tua, rumah tersebut akhirnya tidak digunakan sebagai hunian. Pemilik kemudian memutuskan untuk mengalihfungsikannya menjadi fasilitas SPPG.
Sudah Diresmikan Beberapa Bulan Lalu
Menurut Rusdi, peresmian gedung tersebut telah dilakukan sekitar dua hingga tiga bulan yang lalu. Ia bahkan sempat menghadiri acara peresmian tersebut dan melihat langsung kondisi bangunan yang kini menjadi perbincangan publik.
Layani Ribuan Penerima Program Gizi
Penuhi Standar dan Jangkau Banyak Warga
Bangunan yang luas tersebut dinilai memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Saat ini, SPPG tersebut melayani lebih dari 2.000 penerima manfaat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain menjadi yang pertama di Kecamatan Sungai Pandan, fasilitas ini juga dinilai memiliki perbedaan mencolok dibandingkan SPPG lain di wilayah Kalsel.
Keunikan Bangunan Jadi Daya Tarik
Rusdi mengakui sejak awal sudah menduga bangunan ini akan menarik perhatian publik karena tampilannya yang berbeda dari fasilitas serupa. Meski demikian, ia menegaskan bahwa fungsi utama gedung tetap sama seperti SPPG lainnya, yakni memberikan layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.
Viral di Media Sosial
Video yang menampilkan kemegahan bangunan tersebut sebelumnya ramai beredar di kalangan masyarakat Kalimantan Selatan. Banyak pengguna media sosial yang memberikan respons positif, mulai dari rasa kagum hingga apresiasi terhadap fasilitas tersebut.
Fenomena ini menunjukkan bahwa inovasi dalam penyediaan fasilitas publik juga dapat menarik perhatian luas, terutama jika memiliki nilai estetika yang tidak biasa.
