
Lapangan.co.id – Tiga warga negara Indonesia yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal dagang berbendera China akhirnya berhasil kembali ke Tanah Air setelah selamat dari insiden serangan rudal di Laut Arab. Pemulangan mereka difasilitasi oleh KJRI Karachi dengan dukungan berbagai pihak terkait.
Selama berada di Karachi, Pakistan, para ABK mendapatkan pendampingan penuh, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar hingga pengurusan dokumen perjalanan yang sempat terkendala.

Peran KJRI Karachi dalam Penanganan Korban
Pengurusan Dokumen dan Fasilitas Darurat
KJRI Karachi mengambil langkah cepat dengan membantu penerbitan paspor pengganti serta surat keterangan kehilangan dokumen. Selain itu, berbagai kebutuhan administratif lain juga disiapkan untuk memastikan kelancaran proses pemulangan.
Upaya ini dilakukan agar para korban dapat segera kembali ke Indonesia tanpa hambatan berarti.
Koordinasi Lintas Negara
Dalam mempercepat proses, KJRI Karachi menjalin komunikasi intensif dengan otoritas di Pakistan, Indonesia, serta pihak agen kapal. Proses ini membutuhkan waktu sekitar satu minggu karena harus menunggu penyelesaian dokumen dari kru kapal yang berasal dari berbagai negara.
Ketiga ABK dijadwalkan berangkat dari Karachi pada 18 April 2026 dan diperkirakan tiba di Indonesia keesokan harinya.
Kronologi Serangan Kapal
Kapal Diserang Saat Berlayar
Insiden terjadi ketika kapal MV Gold Autumn tengah berlayar dari Shanghai menuju Oman. Pada 7 April 2026, kapal tersebut dilaporkan terkena serangan rudal yang mengakibatkan situasi darurat di atas kapal.
Evakuasi Awak Kapal
Dari total 22 kru yang berasal dari beberapa negara seperti China, Bangladesh, Myanmar, Vietnam, dan Indonesia, sebanyak 18 orang berhasil dievakuasi. Sementara itu, empat orang lainnya, termasuk kapten kapal, tetap berada di atas kapal.
Imbauan bagi WNI di Sektor Pelayaran
Pentingnya Kesiapan Dokumen
KJRI Karachi mengingatkan seluruh WNI, khususnya yang bekerja di bidang pelayaran, untuk selalu menyimpan salinan digital dokumen penting. Hal ini dinilai krusial untuk mengantisipasi kondisi darurat di luar negeri.
Hubungi Perwakilan RI Saat Darurat
Selain itu, para pekerja juga diimbau untuk menyimpan kontak perwakilan Indonesia terdekat agar dapat segera memperoleh bantuan ketika menghadapi situasi darurat.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia, terutama yang bekerja di wilayah dengan risiko tinggi.








