
Lapangan.co.id – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei, jajaran pemerintah melakukan pendekatan langsung dengan perwakilan buruh. Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu sejumlah pimpinan serikat pekerja di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Pertemuan tersebut berlangsung pada malam hari di sebuah posko terpadu, menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi menjelang aksi besar buruh yang akan digelar keesokan harinya.

Dialog Hangat Bahas Aspirasi Buruh
Dihadiri Tokoh Serikat Pekerja
Dalam pertemuan itu, hadir pula sejumlah tokoh penting dari kalangan buruh, di antaranya Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Andi Gani Nena Wea serta Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Elly Rosita Silaban.
Diskusi berlangsung dalam suasana santai namun produktif, dengan berbagai isu ketenagakerjaan disampaikan langsung oleh perwakilan buruh kepada pemerintah.
Fokus pada Perayaan May Day
Pertemuan tersebut juga menjadi ajang koordinasi menjelang peringatan Hari Buruh Internasional yang dipusatkan di Monas. Pemerintah ingin memastikan bahwa kegiatan berlangsung aman, tertib, serta aspirasi buruh dapat tersampaikan dengan baik.
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir
Bentuk Dukungan Pemerintah kepada Buruh
Presiden Prabowo Subianto direncanakan menghadiri langsung puncak peringatan May Day 2026 di Monas. Kehadiran kepala negara ini dinilai sebagai simbol dukungan pemerintah terhadap para pekerja di Indonesia.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menyampaikan bahwa partisipasi presiden menunjukkan sikap pemerintah yang berpihak pada buruh.
Pemerintah Tegaskan Tidak Berseberangan
Menurut Qodari, pemerintah ingin menegaskan bahwa hubungan antara negara dan buruh bukanlah hubungan yang berlawanan. Sebaliknya, pemerintah berkomitmen untuk berjalan bersama pekerja dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor ketenagakerjaan.
Komitmen Jaga Stabilitas dan Aspirasi
Melalui pertemuan ini, pemerintah berharap tercipta suasana kondusif saat peringatan Hari Buruh berlangsung. Selain itu, dialog yang terjalin diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan kalangan buruh dalam mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan pekerja.








