Lapangan.co.id – Seorang pedagang kacamata keliling asal Bali, Ahmad Nung, akhirnya mewujudkan impiannya untuk menunaikan ibadah haji. Setelah dua dekade menabung secara konsisten, ia dipastikan berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2026.
Rasa haru dan bahagia pun dirasakan Nung ketika mengetahui dirinya mendapat kesempatan berhaji. Momen tersebut menjadi buah dari kesabaran dan kerja keras yang ia jalani selama bertahun-tahun.
Perjalanan Hidup yang Penuh Perjuangan
Sejak usia muda, Nung sudah terbiasa bekerja keras membantu keluarga. Ia berjualan kacamata dengan cara berkeliling menggunakan sepeda motor tua, menyasar berbagai lokasi wisata di Bali.
Menyisihkan Penghasilan Setiap Hari
Di tengah kesibukannya mencari nafkah, tekad untuk berhaji mulai tumbuh. Sekitar 20 tahun lalu, ia mulai menyisihkan sebagian pendapatannya setiap hari.
Jumlah tabungan yang disisihkan tidak selalu sama. Terkadang ia mampu menyimpan Rp100 ribu hingga Rp200 ribu, tergantung hasil penjualan. Namun, jika dagangan sepi, ia harus menunda menabung demi memenuhi kebutuhan harian.
Tantangan Menghidupi Keluarga Besar
Perjalanan menuju Tanah Suci bukan hal mudah bagi Nung. Ia harus memenuhi kebutuhan hidup tujuh anaknya, termasuk biaya pendidikan dan keperluan sehari-hari.
Dukungan Keluarga Jadi Kunci
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, semangatnya untuk berhaji tidak pernah pudar. Hingga akhirnya, impian tersebut bisa terwujud tahun ini, meskipun dana yang terkumpul belum sepenuhnya mencukupi.
Beruntung, bantuan dari anak dan keponakannya membantu menutup kekurangan biaya keberangkatan.
Bukti Ketekunan Menggapai Impian
Kisah Ahmad Nung menjadi contoh nyata bahwa ketekunan dan konsistensi dapat mengantarkan seseorang meraih impian, meskipun harus melalui proses panjang dan penuh tantangan.
Perjalanan hidupnya menjadi inspirasi bahwa dengan niat kuat dan usaha yang terus dijaga, harapan besar sekalipun dapat terwujud.










