Lapangan.co.id – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melakukan investigasi di lokasi kecelakaan tragis antara bus ALS dan truk tangki di ruas Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di kawasan Karang Jaya. Insiden tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam angkutan penumpang. Di antaranya tabung gas, dua unit sepeda motor, serta perabot seperti kursi dan dipan kayu, hingga peralatan mesin.
Temuan ini menimbulkan dugaan adanya pelanggaran aturan terkait muatan pada kendaraan umum dan kini tengah didalami oleh pihak kepolisian.
Proses Identifikasi Korban Terus Berjalan
Tim DVI Dikerahkan
Kabid Humas Polda Sumsel, Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan seluruh jajaran kepolisian bekerja maksimal dalam penanganan tragedi ini.
Fokus utama saat ini adalah proses identifikasi korban melalui metode Disaster Victim Identification (DVI) Polri, guna memastikan identitas korban secara akurat.
Sebanyak 16 kantong jenazah yang sebelumnya berada di RSUD Lubuk Linggau telah dipindahkan ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penanganan Korban Luka
Selain korban meninggal, terdapat tiga orang yang mengalami luka bakar serius dan saat ini dirawat intensif di RSUD Muara Rupit. Sementara itu, satu orang kenek bus yang mengalami luka ringan masih menjalani pemeriksaan oleh Satlantas setempat.
Kronologi Kecelakaan Maut
Diduga Hindari Lubang Jalan
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, melibatkan bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL yang melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Rupit. Kendaraan tersebut bertabrakan dengan truk tangki milik PT Seleraya yang datang dari arah berlawanan.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sopir bus diduga mencoba menghindari lubang di jalan dengan mengambil jalur kanan. Manuver tersebut berujung pada tabrakan frontal yang kemudian memicu ledakan dan kebakaran hebat.
Korban Jiwa dan Dampak
Akibat kejadian ini, total 16 orang meninggal dunia, terdiri dari 14 penumpang bus dan dua awak truk tangki. Insiden ini juga menyoroti pentingnya keselamatan transportasi serta kondisi infrastruktur jalan.
Evaluasi Infrastruktur Jadi Perhatian
Kepolisian turut menyoroti kondisi jalan di lokasi kejadian, terutama adanya lubang yang diduga menjadi pemicu kecelakaan. Penelusuran lebih lanjut akan dilakukan bersama instansi terkait guna mencegah kejadian serupa terulang.
Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya kepatuhan terhadap aturan transportasi dan perbaikan infrastruktur demi keselamatan pengguna jalan di seluruh Indonesia.
