Lapangan.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo memastikan dugaan kasus hantavirus yang sempat ditemukan pada seorang warga tidak terbukti positif. Kepastian tersebut diperoleh setelah hasil pemeriksaan laboratorium dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia keluar dan menunjukkan hasil negatif.
Kepala Dinkes Kulon Progo, Susilaningsih, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DIY serta Kementerian Kesehatan terkait hasil pemeriksaan tersebut.
Menurutnya, hingga saat ini tidak ditemukan kasus hantavirus pada manusia di wilayah Kulon Progo.
Pemeriksaan Laboratorium Dilakukan oleh Kemenkes
Hasil Klarifikasi Menunjukkan Pasien Negatif
Kasus yang sebelumnya masuk kategori suspek itu telah menjalani serangkaian pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kondisi pasien. Setelah dilakukan analisis lebih lanjut, hasilnya dinyatakan negatif hantavirus.
Pemerintah daerah bersama instansi kesehatan provinsi juga telah melakukan klarifikasi langsung kepada pemerintah pusat guna memastikan informasi yang diterima masyarakat sesuai fakta medis.
Warga Tetap Diminta Waspada Penyebaran Virus
Meski tidak ditemukan kasus positif, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit zoonosis tersebut. Hantavirus diketahui dapat menyebar melalui hewan pengerat seperti tikus.
Dinkes mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar tikus tidak berkembang biak dan masuk ke area rumah warga.
Pentingnya PHBS untuk Mencegah Penularan
Cuci Tangan dan Jaga Kebersihan Lingkungan
Masyarakat juga dianjurkan menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS dalam aktivitas sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan menggunakan sabun setelah bekerja di sawah atau mengikuti kegiatan kerja bakti dinilai penting untuk mencegah paparan bakteri maupun virus.
Selain itu, kebersihan rumah dan lingkungan sekitar perlu dijaga untuk mengurangi risiko kontak dengan hewan pengerat yang dapat menjadi pembawa penyakit.
Penularan Bisa Melalui Cairan dari Tikus
Dinas Kesehatan menjelaskan bahwa hantavirus dapat menular melalui kontak dengan urine, luka, maupun kotoran tikus yang terkontaminasi virus. Karena itu, masyarakat diimbau lebih berhati-hati terutama di area yang berpotensi menjadi sarang tikus.
Kasus Hantavirus di DIY Pernah Ditemukan pada 2025
Seluruh Pasien Dilaporkan Sembuh
Berdasarkan data sebelumnya, kasus hantavirus pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta ditemukan pada tahun 2025 melalui surveilans rutin. Saat itu terdapat enam pasien yang dinyatakan positif.
Namun seluruh pasien berhasil sembuh dan tidak ada laporan kematian akibat penyakit tersebut. Hingga memasuki tahun 2026, belum ditemukan kembali kasus positif hantavirus dari hasil pemeriksaan rutin laboratorium.










