BeritaNasional

Kebakaran Pabrik Plastik di Cengkareng Belum Padam Setelah 9 Jam, Damkar Turunkan Robot

54
Sumber foto : detik.com
Sumber foto : detik.com

Lapangan.co.id – Kebakaran besar yang melanda sebuah pabrik plastik di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, hingga Senin malam (18/5/2026) masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Petugas pemadam kebakaran terus melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang tersisa di dalam bangunan.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di Jalan Peternakan Raya, Gang Semut, RT 06 RW 04, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng. Api pertama kali dilaporkan muncul sekitar pukul 14.23 WIB.

Kasi Operasi Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Saiful Kahfi, mengatakan proses pendinginan mulai dilakukan sejak sore hari setelah api utama berhasil dikendalikan.

Area Pabrik Seluas 1.000 Meter Persegi Terbakar

Menurut petugas, luas bangunan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 1.000 meter persegi. Hingga hampir tengah malam, tim damkar masih berjibaku menyemprotkan air dan membongkar material di dalam gedung untuk memadamkan sisa api yang tersembunyi.

Ratusan Personel dan Puluhan Unit Damkar Dikerahkan

Untuk menangani kebakaran tersebut, sebanyak 22 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi bersama 133 personel. Upaya pemadaman dilakukan secara bertahap mengingat banyaknya material mudah terbakar di area pabrik plastik tersebut.

Petugas juga terus memantau kemungkinan munculnya kembali api akibat bara yang masih tersisa di bagian dalam bangunan.

Damkar Gunakan Robot untuk Deteksi Bahaya di Dalam Gedung

Dalam proses penanganan kebakaran, tim pemadam turut memanfaatkan teknologi robot pemadam sebagai alat bantu operasional. Robot tersebut digunakan untuk masuk ke area dalam bangunan yang dinilai berisiko bagi keselamatan petugas.

Robot Digunakan Antisipasi Gas Berbahaya

Penggunaan robot bertujuan untuk mendeteksi potensi bahaya seperti gas beracun maupun kondisi bangunan yang tidak stabil setelah terbakar. Dengan alat tersebut, petugas dapat memantau situasi di dalam gedung tanpa harus langsung memasuki area berbahaya.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait. Selain itu, belum ada informasi resmi mengenai korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Exit mobile version