Lapangan.co.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul melakukan peninjauan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Jalan Garuda, Kabupaten Katingan, Sabtu (23/5/2026).
Dalam kunjungannya, Gus Ipul meminta proses pembangunan dipercepat agar sekolah tersebut dapat selesai sesuai target pada Juni 2026.
Menurutnya, Sekolah Rakyat di Katingan menjadi salah satu dari sekitar 100 titik pembangunan sekolah permanen yang sedang dikerjakan pemerintah di berbagai daerah Indonesia.
Sekolah Berkonsep Boarding School
Sekolah Rakyat permanen ini dirancang untuk menampung lebih dari seribu siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Dilengkapi Asrama dan Fasilitas Modern
Bangunan sekolah nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan berbasis asrama atau boarding school. Beberapa fasilitas yang disiapkan meliputi:
- Asrama siswa
- Asrama guru
- Laboratorium
- Perpustakaan
- Sarana kegiatan ekstrakurikuler
Fasilitas tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung pengembangan karakter peserta didik.
Target Jumlah Siswa Terus Bertambah
Gus Ipul menjelaskan kapasitas penerimaan siswa Sekolah Rakyat akan meningkat secara bertahap setiap tahun.
Pada tahap awal, program ini menampung sekitar 15 ribu siswa di seluruh Indonesia. Tahun ini jumlahnya ditargetkan naik menjadi lebih dari 30 ribu siswa, lalu meningkat hingga sekitar 60 ribu siswa pada tahun depan.
Pemerintah Targetkan 400 Ribu Siswa pada 2029
Pemerintah menargetkan total siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia dapat mencapai lebih dari 400 ribu siswa pada tahun 2029.
Program tersebut disebut sebagai hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Pembangunan Sudah Capai Lebih dari 50 Persen
Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kalimantan Tengah, Treace Merry, menyampaikan progres pembangunan Sekolah Rakyat Katingan saat ini telah mencapai sekitar 51 persen.
Berdiri di Lahan Seluas 6,28 Hektar
Sekolah ini dibangun di atas lahan seluas 6,28 hektar dengan total luas bangunan sekitar 29,8 ribu meter persegi.
Nantinya, sekolah tersebut memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa dengan total 36 rombongan belajar untuk tingkat SD, SMP, dan SMA.
Peninjauan proyek ini juga dihadiri oleh Bupati Katingan Saiful, PPK Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Kalteng Luccas Anthonio, serta Senior Project Manager Adhi Karya, Setyo Aji.
